Saturday, March 22, 2008

DIALOG SWASTA LA KICAP

PROLOG

Kekwa: Blog tempat luah perasaan!
Kantan: Ishk, bahaya ooo cerita hidup kat org
Kekwa: Rafidah Aziz turun dah dia
Kiambang: Kemboja, mai la sini!
Kantan: Menyanyi...malam ni ja ka depa menyanyi? Ooo Friday night
Kemboja: Apa aku cakap?

Di suatu cerok di Pekan Malibun, di lorong La Kicap, di sebelah Kabaret Lagu Klasik, di pangkin pondok usang... 4 kuntum bunga bersiut, berlagu, mengilai, meratap...ah, ngeri!

Kantan: Haa..nanti pi sana jangan cari kumbang! Sungguh, jangan!
Kekwa: Nanti dah siap...status!
Kemboja: Hiak! (Badak diayun beralun-alun)
Kiambang:....

Senyap....

3568 saat yang lalu...

Kantan: I feel like something is missing!
Kiambang: Agree
Kekwa: Agree
Kemboja: Agree

Kelip-kelip berkeliaran...bunga-bunga terpesona...jeda.

Kiambang: Air? Baja? Tanah?
Kantan: Entah, susah nak dikata.
Kekwa: Rasa macam tahu. Mungkin. Ya. Tahu. Faham.
Kemboja: Aku juga.
Kantan: Kantuk.
Kiambang: Aku juga!

Kelip-kelip, jeda.

Kekwa: Sepagi sepetang.
Kantan: Kasihan kau seorang
Kekwa: Aku tak diberi ruang, jasad bertandang terkadang jiwa tak terundang.
Kantan: Aku faham. Apa kan daya, nasibmu, kau di dataran menjadi perhiasan. Aku di alur seberang jalan.
Kiambang: Aku di air tak bertepian.
Kemboja: dan aku, dari Kuburan!

Ketawa, senada, seirama, hanya nada, hilang irama, senyap tiba-tiba.

2 comments:

MusafiR said...

entri yg penuh tanda tanya

~Ki@MbaNg~ said...

baru intro..nantiksn sambungan~iA