Thursday, March 27, 2008

A CUP OF MILK & ROTI CANAI

Feels like writing in english... i know my english is horrendous...and obviously...No..No..No to ryhthmatic, poetic and enigmatic sentence like i used write in previuos posts which in Malay... Anyway, i always wish that i could write on the same style regardless what language im writing in...ok!

A cup of milk and roti canai- that was my breakfast, this morning...well, its kinda inappropriate to say its a breakfast, a brunch maybe...

Milk and Roti Canai- these two things are quite significant to me... why?
Well, first of all, for those who wonder where on earth do i get this roti canai, stop guessing... u could find it in any asian groceries around melbourne, Laguna, IGA...an its instant! enjoy it in a minute...hahaha...erm..i should be give some comission for this statement..hahaa..


- It seems to me that roti canai has a new scandal with milk... where does teh tarik go? ( i have no time to pull the tea....)

- For decades, roti canai and teh tarik have been together..a famous couple in almost every gerai in Malaysia, amongst the most scandalous breakfast in mamak stall...BUT.. im aware that, there are thousands of people like me...who thinks roti canai fits better with milk... and i think teh tarik is the best companion of char koey teow...it depends... but the point here is, mix and match do not mean mismatch...

- Roti Canai- My ayah loves so much buying roti canai from one of the nearest stall, he will buy roti canai almost every morning eventhough my mak has cooked nasi goreng or something else for breakfast...and he will buy a lot more if his cucu-cucu are staying at our home...to my surprise, my nephews and nieces always enjoy the roti canai up to 2,3 keping per person...and whenever they ask for more, i can see the delightful face of ayah... I MISS MY DAD SO MUCH!

- Milk- My eldest sister advices me to drink at least a glass of milk everyday.. sometimes i do, sometimes i forgot... one night, it comes to my mind the advice..hence i went to the fridge, searching for fresh milk, unluckly, no more...then my mum said " ada susu tepung kat dalam tupperware koko tu".. so, ive made myself a glass of hot milk..erm..yummy..then i ask my mak.." susu apa ni?"...my mum said"owhh..anlene gold..." she smiles gracefully...owh no...im turning 21...not 51...owh mak.. I MISS MY MUM SO MUCH!

- APPRECIATION

Begin with milk and roti canai, i come to question myself about things which many of us including me tend to take for granted...

1. Food - Many people will disagree with me if i say 'food' cause as far as i'm concerned many people do appreciate their food... but, what i mean is the type of food-the menu and the person who prepares the food for us...and how thankfull are we for the worst food we ever tasted? Bean-sprouts!!! haaha... How frequent do we give compliment to someone who cook nice food for us? Do we compliment her or the food? How much do we appreciate the person who does not cook but serve and clean up the kitchen?

2. Strangers - Everyday, i see strangers... I'm not asking anyone to go to a stranger, shake his hand and tell him how much u appreciate his existence in ur life...it's just the matter of concern of people around u...How much do we appreciate someone who smiles at us when we are crossing the road? How frequent do we say 'salam' to our unknown brothers n sisters whenever we pass by on the street? How thankful are we, when we see something unpleasant acted by strangers that make us realize we are very lucky not to be in their shoes?

3. Name - I probably get this idea from Dr. Unta..tq Dr. Anyway, people call us by our name..sometimes, it does sound weird when it is pronounced by people who speaks different language from us...Yet, how do we appreciate, the effort of that person who tries to pronoun our name? and to my surprise, 2 of my friends, Cik Kantan and Dr Unta tell me the same thing on the same day: about how they appreciate the person who spells their name correctly...What a coincidence! and i come to think how i always take this matter for granted... therefore, i would like to tip my hat off to those kerani sekolah who always spell my name correctly in register book....tq so much..hehe

4. Dumb Wall - look around us..in ur bedroom, toilet, lounge..anywhere in a building..u might see a dumb wall.. A wall which has not been design deliberately - typical material, lame colour, empty, no ornament- yet, it does serve at least a function...Do we realise the existence of this wall? How much effort do we put to embelish this wall or do we just leave it in limbo? How much do we thank the architect who dumbly design that wall? hahahaa..

5. Wooden Pencil - When was the last time u use a wooden pencil? (exception to artist and architects) Think of those school days, what wooden pencil has done for u? When u get a good result in ur exams, (especially objective paper which u need to answer in OMR paper), u go and thank ur teacher, ur tutor, friend who study with u, ur father and mother..but do u say thank to the wooden pencil??? pity her...Those early days when u start to learn how to write, wooden pencil is one of ur good friend..it comes in so many designs and colours...the very first time u start writing, the carbon keeps snaping, u sharpen it using sharpener, hence it becomes a pencil kontot and u throw it away...do u still remember those day? Well, seriously, i do...



Herm..i'll stop at 5 things...I'm aware there are many more things we have in this life, but we tend to take for granted, there's a lot more in my mind, but i'm not rajin enough to list em here......Be more thankfull and always remember, on top of all of these things, the tiniest or the largest, the useless or the most important.. Allah is The Provider....Therefore, ALHAMDULILLAH...ALHAMDULILLAH..ALHAMDULILLAH...

CHARCOAL!

EXCESSIVE USE OF HAND CAN CAUSE ART DAMAGE!!!! GOOD NITE!

Monday, March 24, 2008

DIALOG SWASTA LA KICAP

-SATU-

Kemboja: Sarung bantal!
Kekwa: Kemboja, mari kita serve.

Di lewat senja, bunga-bunga menguntum bicara....

Kiambang: Apa ni, aku tak bisa mengerti, alang-alang berpusing..biar orang pening...
Kantan: Ha.....ha....ha.....dia, sudah buka...
Kekwa: Memang, Buka. Tutup. Buka. Tutup
Kemboja: ....
Kiambang: Tutup lagi cantik.
Kemboja: Setuju.
Kantan: Teruntun juga hatiku... Ada lagi, buka. Tutup. Buka. Tutup. Kerana kumbang..
Kiambang: Apa? Kumbang?
Kantan: Ya. Kerana kumbang.
Kiambang: Kerana kumbang... buka. Tutup. Buka. Tutup. Buka. Tutup. Tak diterima akal.
Kemboja: Akal tak terima
Kiambang: Terima akal tidak
Kemboja: Tidak akal terima
Kiambang: Ada benar. Harus menyebelah. Jika tidak mungkin parah, mungkin padah. Cuma, menyebelah bukan akur, setiap kita punya cara, Adaptasi.
Kekwa: Benar. Terpulang pada diri. Adaptasi.
Kiambang: Adaptasi. Jangan taksub yang sudi. Jangan musuhi yang pergi.
Kantan: Syukur...
Kiambang: Syukur...
Kekwa: Syukur...
Kemboja: Syukur...

Santap. Hirup. Santap. Hirup. Alhamdulillah.........

Kantan: Suka. Cara dan bicara. Aku suka.
Kiambang: Ya. Begitu seharusnya. Aku juga suka.
Kekwa: Soalnya cara. Kalau, kita. Kita. Kita. Kita. Memanglah. Terjumud dari dunia.
Kiambang: Sedang mereka. Kakak. Abang. Makcik. Pakcik. Atuk. Nenek. Kita juga. Warna memanglah tak sama. Tapi kita, adalah, serupa.
Kekwa: Banyak himpun yang dirumpun, hanya kita, kita, kita dan kita, yang saaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaama.
Kantan: Bukan setakat himpun di pekan Malibun, lontar pandang ke kampung halaman, rimba Meloyan. Rumpun yang dirumpun, hanya kita, kita, kita, kita.
Kiambang: Mungkin, harusnya kita bicara, mereka. Mereka. Mereka.
Kemboja: Ah! Bila kita sering bicara, baru aku lihat, ada istimewacela.
Kiambang: Aku takjub, kadang bimbang. Di rimba Meloyan..banyak himpun, kenapa mereka tidak merumpun melainkan himpun yang mereka sendiri rumpun.
Kantan: Sekali, ada rumpun. Gelap. Takut. Isi rumpun... merasa cukup, katanya cukup.
Kemboja: Cukup?
Kantan: Ya, cukup. Andai segunung berjaya didaki. Hentikan, jangan memburu lagi!
Kemboja: Mengapa begitu?
Kiambang: Aku tak setuju.
Kantan: Memang, aku tak setuju.
Kemboja: Tak setuju!
Kekwa: Aku juga, tak setuju.
Kiambang: Putarkan apa yang kita dengar tadi. Dahulu, hidup...hidup...hidup.... sekarang didik...didik...didik... penting. Harus terus buruan. Tangkapan, kekuatan. Kekuatan, tangkapan.
Kantan: Ya! Juga ada. Mereka kata. Bingkai masa, bahagi dan kira mudah kiranya bunga dan kumbang dari rimba yang sama.
Kiambang: err..
Kekwa:...
Kemboja:...

Bangun. Sinki.

Sunday, March 23, 2008

LEGAR-LEGAR

Legar-legar tanpa hala, tiba di cerok rahsia, bukan rimba bukan samudera, bunga-bunga berpesta, senyum suka gelak ketawa, melakar bicara mewarna cinta, sedetik tika takkan dilupa...


Mana bunga, mana nama...????

Saturday, March 22, 2008

DIALOG SWASTA LA KICAP

PROLOG

Kekwa: Blog tempat luah perasaan!
Kantan: Ishk, bahaya ooo cerita hidup kat org
Kekwa: Rafidah Aziz turun dah dia
Kiambang: Kemboja, mai la sini!
Kantan: Menyanyi...malam ni ja ka depa menyanyi? Ooo Friday night
Kemboja: Apa aku cakap?

Di suatu cerok di Pekan Malibun, di lorong La Kicap, di sebelah Kabaret Lagu Klasik, di pangkin pondok usang... 4 kuntum bunga bersiut, berlagu, mengilai, meratap...ah, ngeri!

Kantan: Haa..nanti pi sana jangan cari kumbang! Sungguh, jangan!
Kekwa: Nanti dah siap...status!
Kemboja: Hiak! (Badak diayun beralun-alun)
Kiambang:....

Senyap....

3568 saat yang lalu...

Kantan: I feel like something is missing!
Kiambang: Agree
Kekwa: Agree
Kemboja: Agree

Kelip-kelip berkeliaran...bunga-bunga terpesona...jeda.

Kiambang: Air? Baja? Tanah?
Kantan: Entah, susah nak dikata.
Kekwa: Rasa macam tahu. Mungkin. Ya. Tahu. Faham.
Kemboja: Aku juga.
Kantan: Kantuk.
Kiambang: Aku juga!

Kelip-kelip, jeda.

Kekwa: Sepagi sepetang.
Kantan: Kasihan kau seorang
Kekwa: Aku tak diberi ruang, jasad bertandang terkadang jiwa tak terundang.
Kantan: Aku faham. Apa kan daya, nasibmu, kau di dataran menjadi perhiasan. Aku di alur seberang jalan.
Kiambang: Aku di air tak bertepian.
Kemboja: dan aku, dari Kuburan!

Ketawa, senada, seirama, hanya nada, hilang irama, senyap tiba-tiba.

Friday, March 21, 2008

HIDUP BERSAMA

Kita sudah sampai di lereng amat indah, di bawah
pelangi, dalam ufuk yang masih mencabar;
dan kita ikhlas berjanji untuk bermaruah,
tenang dalam segala uji cabar dan debar.
Kita mencari hanya yang tulen dan jati,
sekata hidup, mengerti dan berbudi.

Kita wajar mendaki lagi kerana puncak
yang jauh. Dalam gelora dan taufan
tak tercalar tekad kita kerana kemerdekaan
mengasuh kita bersuara dalam sopan,
yakin menyanggah musuh, tulus menambah kawan,
inti tunggak dan menara kebahagian.

~ A Samad Said

1234

Bagaimanakah Melayu abad dua puluh satu,
masihkah tunduk tersipu-sipu?
jangan takut melanggar pantang
jika pantang menghalang kemajuan
jangan segan menentang larangan
jika yakin kepada kebenaran;
jangan malu mengucapkan keyakinan
jika percaya kepada keadilan.

USMAN AWANG

Monday, March 17, 2008

AKU ANAK BANGSA!

Nak menyedarkan orang melayu bukan satu perkara mudah, walaubagaimanapun, mengurangkan hak istimewa orang melayu bukanlah cara terbaik nak mengatasi penyakit bangsa... kerana khuatir, belum sempat penyakit diubati, bangsa sudah pun mati... bukan isu kemunduran, tak ambil peluang yang aku bicarakan.. tetapi kelebihan yang harus dipertahankan.. kalau diikut kewajaran..mungkin kelebihan orang melayu perlu ditarik seawal rancangan selepas merdeka - kelebihan pada orang melayu pada rancangan asalnya hanya diberi 15 tahun selepas tempoh merdeka...tetapi hingga ke hari ini...itu yang masih kita rai... Mungkin pada hakikatnya, DEB sebenarnya telah lama mati di Penang...tetapi apa yang aku cuba sedarkan ialah tentang lucutnya hak dari tangan anak bangsa kita secara perlahan-lahan tanpa kita sedari... Isu DEB yg mungkin aku tidak punya pengetahuan cukup luas tentangnya cuma sekadar sebagai satu sentimen yang mengerakkan nadi-nadi pendekar dalam diri orang Melayu... Ah, mungkin ini yang dikatakan sudah terantuk baru terngadah.. tapi kukira, masih belum terlambat...Mengubah sikap orang melayu merupakan usaha yang tak pernah surut, tapi kesanya seolah tiada... Penarikan DEB yang mungkin dikatakan tidak relevan pada hari ini seolah memperjudi kemampuan bangsa pada saat kelebihan sangat diperlukan... Bukanlah aku langsung suka melihat bangsa dimandul upaya tetapi satu-satunya jaring penyelamat bangsa terutamanya ditenagh kelompok yang ditujah serang, disamun sangak oleh bangsa dagang...apa lagi yang kita punya???

Sunday, March 16, 2008

APA ITU?


DASAR EKONOMI BARU

        

LATAR BELAKANG

Dilihat dari perspektif sejarah Malaysia, penjajah

British menggalakkan perkembangan masyarakat secara

'plural' melalui amalan 'pecah' dan perintah. Pihak

British telah menggalakkan kedatangan tenaga buruh dari

negara China dan India untuk kepentingan ekonomi

penjajah dalam sektor perlombongan bijih timah,

perdagangan dan perladangan.

Penambahan penduduk dan peningkatan kegiatan

ekonomi telah menyebabkan pertumbuhan bandar,

jalan-jalan, rel-rel keretapi dan pembahagian kelompok

kaum mengikut sektor ekonomi. Keadaan ini telah

menyebabkan jurang perbezaan antara kaum, pembangunan

bandar dan luar bandar bertambah besar.

Selepas mencapai kemerdekaan, Rancangan Malaya 5

tahun telah diperkenalkan. Rancangan Malaya Pertama,

kedua dan Rancangan Malaysia Pertama dirancang untuk

menitikberatkan kepada segi pertumbuhan dan pembaharuan

ekonomi. Rancangan ini telah menunjukkan kelemahan dari

segi strategi di mana corak atau sistem semasa

penjajahan masih berterusan.
   RASIONAL
                Dari banci penduduk tahun 1970 didapati 49.3% dari semua

keluarga di Semenanjung Malaysia menerima pendapatan

di bawah garis miskin.Dari jumlah semua keluarga miskin

86% berada di kawasan luar bandar dan 14% di kawasan

bandar. Kadar kemiskinan mengikut kaum pula adalah

saperti berikut:
                kaum         kadar kemiskinan        pendapatan purata

(%) keluarga sebulan

Melayu 64.8 œ172.00

Cina 26.0 œ394.00

India 39.2 œ304.00

Lain-lain 44.8 œ813.00
                       Dari kajian Tahunan  Hakmilik  Syarikat-syarikat

Berhad yang dijalankan oleh Jabatan Perangkaan dan

rekod dari Pendaftar Syarikat adalah didapati hakmilik

dan penguasaan sektor syarikat-syarikat pada tahun 1971

adalah seperti berikut:
                  Pemilikan                  Jumlah Pemilikan     %

( œ juta )

1. Bumiputera perseorangan 279.6 4.3

dan agensi amanah

a) Bumiputera Perseorangan 168.7 2.6

b) Agensi Amanah 110.9 1.7

2. Bukan Bumiputera 2,233.2 34.0

Warganegara asing 4,051.3 61.7

--------- -----

Jumlah 6,564.1 100.0

--------- -----
                    Dilihat dari sudut pembahagian pekerjaan pada tahun

1970 pecahan mengikut kaum adalah seperti berikut:
                Sektor                Melayu   Cina   India   Lain-lain

1.Pertanian 67.6 19.9 11.5 1.0

2.Perlombongan 32.1 58.7 8.5 0.7

3.Perniagaan/ 42.6 45.5 10.7 1.2

Perdagangan,

Pentadbiran Awam,

Pelajaran,

Pertahanan dan

Kemudahan Awam.
                      Kepincangan di atas dipercayakan telah  merupakan

suatu sebab utama berlakunya peristiwa 13 mei 1969.

Peristiwa ini merupakan satu perusuhan perkauman yang

telah memaksa satu dasar yang bersepadu diwujudkan.

Dasar yang dikenali sebagai Dasar Ekonomi Baru ini

adalah satu dasar yang dilancarkan oleh kerajaan dalam

tahun 1970 melalui Rancangan Malaysia Kedua (1971-1975)

untuk membetulkan ketidakseimbangan sosial ekonomi yang

wujud di Malaysia di antara kaum-kaum, di antara

wilayah-wilayah dan di antara kawasan di wilayah yang

sama.
 OBJEKTIF
                Menyedari  kedudukan  ketidakseimbangan  sosial ekonomi

itu , kerajaan telah mengusahakan supaya satu

pendekatan baru dalam rancangan pembangunan negara yang

melibatkan program 20 tahun yang dikenali sebagai Dasar

Ekonomi Baru. Matlamat utama dasar ini diperkenalkan

ialah bagi mewujudkan perpaduan negara dengan

mengurangkan perbezaan ekonomi, sosial, kebudayaan,

penempatan dan sebagainya.
 STRATEGI PELAKSANAAN
                Rancangan-rancangan  pembangunan di bawah Dasar Ekonomi

Baru adalah disusun dan dijalankan menerusi strategi

serampang dua mata:

i. Mengurang dan seterusnya membasmi kemiskinan dengan

memperbanyakkan peluang-peluang pekerjaan kepada semua

rakyat tanpa mengira kaum.

ii. Penyusunan semula masyarakat untuk mengurangkan dan

seterusnya menghapuskan pengenalan kaum mengikut

fungsi-fungsi ekonomi.
        Membasmi kemiskinan   



    Kemiskinan adalah sebab utama yang menimbulkan

    perasaan tidak puashati di kalangan rakyat. Ianya bukan

    sahaja terdapat di luar bandar tetapi juga di bandar.

    Keadaan ini boleh menggugat perpaduan negara kerana

    masalah kemiskinan adalah mengikut kaum dengan kadar

    kemiskinan paling tinggi di kalangan orang Melayu yang

    tertumpu kepada aktiviti pertanian tradisional. Usaha

    telah dijalankan untuk menyelesaikan masalah sosial

    ekonomi dan projek pembangunan telah dirangka supaya:
          i.    Mewujudkan peluang pekerjaan untuk semua golongan

    rakyat yang menganggur.

    ii. Menambah daya pengeluaran dan pendapatan.

    iii. Memberi peluang perpindahan orang yang bekerja di

    sektor yang rendah daya pengeluarannya kepada

    sektor yang lebih lumayan.

    iv. Mengurangkan jurang perbezaan pendapatan antara

    kaum antara kawasan bandar dan luarbandar dan

    antara wilayah.

    v. Memodenkan kehidupan di luarbandar.

    vi. Mewujudkan kumpulan perusahaan dan perdagangan

    bumiputera.

    vii. Mengadakan suasana pekerjaan yang mencerminkan

    komposisi kaum di Malaysia.

    viii. Memperbaiki taraf dan kualiti hidup rakyat

    melalui pelajaran, latihan, kesihatan, kemudahan

    kemudahan infra-struktur dan lain-lain.
          Penyusunan Semula Masyarakat



    Adalah menjadi hasrat kerajaan supaya menjelang

    tahun 1990 pemilikan saham / ekonomi Malaysia akan

    melambangkan komposisi kepentingan kaum di negara

    ini , di mana penyertaan Bumiputera sebanyak 30% , 40%

    bukan Bumiputera dan 30% terdiri dari pelabur-pelabur

    luar negeri.

    Dalam mencapai matlamat penyusunan semula

    Dasar Ekonomi Baru, strategi berikut telah disusun :
          i.   Meninggikan daya pengeluaran dan  taraf  kehidupan

    golongan miskin melalui proses memodenkan kawasan

    luarbandar.
          ii.  Mengurangkan keadaan yang tidak   seimbang  dalam

    struktur guna tenaga yang terdapat sekarang ini dengan

    cara yang progresif dan menerusi pertumbuhan ekonomi

    seluruhnya supaya pada tahun 1990 kedudukan tenaga

    buruh mencerminkan bilangan kaum.
          iii.Menambahkan dengan lebih cepat lagi bahagian rakyat

    Malaysia dalam pemilikan modal dalam stok syarikat dan

    pertumbuhan ekonomi.
          iv. Membentuk sebuah masyarakat perdagangan  dan   per-

    industrian di kalangan orang Melayu dan kaum Bumiputera

    supaya dapat membentuk dan memiliki 30% ekonomi dalam

    tahun 1990 dan menubuhkan beberapa agensi saperti MARA,

    Bank Pembangunan,Bank Bumiputera,Amanah Saham Nasional.
          v.  Memajukan negeri dan kawasan yang dianggap  mundur

    melalui pembangunan wilayah baru seperti DARA,KESEDAR,

    KEJORA dan sebagainya.
  Pencapaian 
          Pencapaian semasa dan masalah.



    Beberapa kejayaan telah dapat dikesan semenjak Dasar

    Ekonomi Baru dilaksanakan dalam usaha mewujudkan

    perpaduan melalui penghapusan kemiskinan dan penyusunan

    semula masyarakat.

    Dari lapuran kajian separuh penggal Rancangan

    Malaysia Keempat telah menyatakan bahawa pendapatan

    purata sebenar isi keluarga telah bertambah baik

    seperti berikut:

    Melayu _ $ 290.00

    Cina _ $ 565.00

    India - $ 455.00
          Kadar kemiskinan  juga telah menurun daripada  49.3 %

    pada tahun 1971 kepada 29% pada tahun 1980 dan kadar

    ini dijangka akan menurun kepada 16.7% pada tahun 1990.

    Dari segi menghapuskan pengenalan kaum mengikut

    bidang kerja, penglibatan Bumiputera dalam semua sektor

    didapati juga telah meningkat. Bilangan pekerja

    disektor pembuatan telah bertambah dari 29% kepada 33%

    dan di sektor perdagangan pula bertambah dari 23.5%

    kepada 34%. Sebanyak 28 buah bandar baru telah

    dibangunkan dalam kawasan pembangunan wilayah di Johor

    Tenggara, Kelantan Selatan, Pahang Tenggara, Jengka dan

    Terengganu Tengah.

    Agensi-agensi kerajaan yang dilantik untuk membantu

    Bumiputera di dalam soal perdagangan dan pemilikan

    ekonomi juga telah berjaya meningkatkan bilangan

    Bumiputera di sektor tersebut. Penyertaan bumiputera

    telah bertambah dari 4.3% atau 279.6 juta dalam tahun

    1971 kepada 12.4% atau $3273.7 juta dalam tahun 1980

    Bilangan bumiputera yang terlibat dalam perniagaan juga

    telah bertambah dari 25,000 orang kepada 62,000 orang

    pada tahun 1980.

    Memandangkan kepada hanya tinggal kira-kira 5 tahun

    sahaja lagi tempoh masa DEB, pencapaian DEB hingga kini

    tidaklah begitu memuaskan seperti yang dirangkakan.

    Sehingga tahun 1984 hanya 18% penyertaan Bumiputera

    sahaja yang tercapai. Usaha untuk menambahkan

    pendapatan golongan miskin yang terdiri dari

    pekebun-pekebun kecil, pekebun getah, nelayan serta

    penanam padi masih tidak begitu berjaya sepenuhnya.

    Kadar kemiskinan telah naik sedikit dari 29% pada tahun

    1980 kepada 30.2% semasa kajian semula Rancangan

    Malaysia Keempat dijalankan.

    Menyedari kepada hakikat-hakikat inilah, pihak

    kerajaan telah memperkenalkan beberapa dasar baru

    di dalam dan luar negeri saperti Dasar Pengswastaan,

    Persyarikatan Malaysia, Sogoshosa, Perindustrian Berat,

    Bersih, Cekap dan Amanah, Kepimpinan Melalui Teladan

    dan sebagainya dalam proses mempercepatkan pencapaian

    Dasar Ekonomi Baru itu. Dasar-dasar baru ini jika

    dipraktikkan dengan sepenuhnya akan memberi

    peluang-peluang yang lebih cerah untuk mencapai

    objektif negara iaitu perpaduan dan kemakmuran.
Penutup  
          Dasar Ekonomi Baru yang bermatlamatkan perpaduan negara

    melalui prosespembasmian kemiskinan dan penyusunan

    semula masyarakat didalam konteks keselamatan negara

    yang kukuh. Segala program pembangunan negara dan Dasar

    kerajaan semasa yang diperkenalkan adalah dirancang

    dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan diatas.

    Usaha ini memerlukan bukan sahaja usaha yang gigih

    dari kerajaan dan kakitangannya, malah ianya memerlukan

    perubahan sikap, tenaga dan pemikiran rakyat dari

    sektor swasta.





       Sumber : Pejabat Perdana Menteri

Saturday, March 15, 2008

CITRA CINTA BUAT KEKANDA

Terasa lama tak ke temu, aku di hutan batu memburu cita-cita yg entah bila kan bertamu dan kau di lautan ilmu melayari perjuangan penuh liku...Pada sejenak pertemuan lalu, ku rangkul sebakul ilmu dan pesanmu yang sempat ku jala di teluk bicara antara kita..kau kakandaku... ku coret citra tentang dirimu sekalipun aku sebenarnnya tidak cukup tahu...

Lahirmu di cerok desa bukan di sibuk kota...Kau putera pertama buat keluarga...Ibu bilang kau luar biasa...tapi aku tidak tahu mengapa...Sungguh, ibu itu lebih kenal anaknya...bila aku mendewasa, maka aku sendiri bilang, kau kekandaku, kau luar biasa...

Seawal sang mentari menjengah diri, sealur cahaya merangkak di kaki langit...kau sudah berdiri...ke rumah tuhan kau bertamu, mencari secebis kekuatan untuk bekalan sepanjang jalan... Siang hari, hari-hari, hari minggu... kau memerah minda mencari idea...tiada cuti atau ruang henti...tika mana idea bertandang, saat itu kau berjuang...

Sungguh, kau seorang pejuang..kendatipun bukan parang dan senapang di medan perang, minda dan penamu senjata di medan juang...Kau pendekar beraksi di gelanggang...bukan gayung mahupun garuda menjadi pencak, tapi bicara dan katamu yang cukup lunak menerajang masuk ke gendang-gendang telinga seluruh warga, mengetuk-ngetuk pintu hati segenap manusia...Tutur yang kau atur bersandar kalam tuhan dan citra rasul...tiada rekaan, tiada dogengan...kerana hakikat kau tegar pada tekad...yang benar harus harus diwar-war...biar manusia sejagat sedar...dalam perjuangan tiada tawar menawar...

Manusia, pelbagai manusia...luarnya sama, dalamnya beza...luarnya beza, dalamnya sama..luarnya beza, dalamnya beza...luarnya sama, dalamnya sama...Ada yang pura-pura sama, ada yang pura-pura beza...Maka, apa yang kau bilang, ada yang senang, ada yang tentang... Mereka terima senang bagai suluh cahaya terang ke lubuk jiwa yang suram dan kelam...buah minda yang kau gugurkan, dibiar ranum menjadi benih di tapak semai yang lama terabai...hujahmu dibiar menjadi hujan menyirami tanah yang kontang dan gersang...Lalu dengan izin Kerajaan Semesta, sepohon insaf bertunas, mendewasa menjadi sekebun takwa...dan dirimu kekanda, menyaksi kebun berhasil luar biasa, tiada kau bersorak berpesta, sebaliknya berteleku syukur di hadapan Ashakur...Bagi mereka yang menentang, bicaramu bagai selumbar-selumbar bisa, merobek ke dalam struktur jiwa...ada yang berpekak telinga berbuta mata...ada yang berantakan dengan kata dan nista...dan kau terima dengan senyum bersahaja...busuk hina cerca mereka, kau buat baja...ini juga pemberian dari yang Esa...

Kekanda...aku tahu kau juga manusia...sehebat mana minda, dan sepatah mana bicara...hatimu pasti masih punya deria... Mampu rasa luka dan derita... Mana tajam bicara tak menguris jiwa... Mana lunak suara tak meruntun sukma... Terkadang kau ketawa...Mungkinkah hatimu berairmata? Tika bibir tersenyum mesra, matamu tidak turut serta... Apakah di saat matamu terpejam lena, mindamu ligat mencari idea? Kekanda, sungguh rapi kau kunci hempedu perjuangan di peti kalbumu..tak terlihat di raut wajah, tak terpamer di laku tingkah...Pastinya di bening pagi, saat waktu bagai terhenti, jiwa mu yang parah, kau pasrah dan berserah pada si Dia yang Maha Gagah...

Kekanda...kerana kau juga manusia...pastinya kau kenal lelah dan penat...namun rehatmu sering tak ku lihat... terkadang kau terbang di langit biru ke pelusuk bumi yang lagi satu, menabur ilmu dan memberitahu...sesaat kau kembali, belum sempat kaki bertapak, kau harus pergi menabur bakti...di sana, di sini..di mana-mana...tidak henti-henti... sejenak ke rumah...kau ukir senyum buat anak dan isteri...Ah, kekanda...pastinya kudrat mu bukan tulang empat kerat, tapi gigihnya semangat jihad... Kalau kerana gaji dan angka pastinya kau bersenang suka bersama keluarga...Kalau kerana nama dan puja, pasti kau kempen dan rebut kuasa...Namun kau bagai berdiri sendiri, berkecuali dari yang merebut kerusi, mahupun yang tak ambil peduli...Pasti ini kerana si Dia dan kekasihnya... aku tahu kau cinta...jika tidak, pasti kau menjeruk rasa...dan kerana cinta, kau tak kenal putus asa...

Kekanda...tidak manusia nan tidak gawal...justeru, kerana kau juga manusia, pasti kau tak lepas terkhilaf cara terlanjur kata...namun akurmu pada tegur menyerlahkan budimu yang luhur... Mungkin aku terlalu memujimu...dan aku tahu bukan itu yang kau mahu...Namun kekanda...biar kau bakar semangatku...mungkin kita di padang berbeza...namun aku juga ingin menjadi kesatria...

Aku senang bersamamu..Bertamu di teratak mu bagai melangkah ke ujana ilmu...bukan mahligai mewah, tetapi rumah khutubkhanah...Kau sering menglipur lara dan melawak senda...Namun disebalik itu kau memberitahu apa yang aku tidak tahu...pada tutur kata, kau semat nasihat dan kata hikmat...agar aku bisa ingat...lantas ku pahat rapat, dengan paku yang paling kuat, iaitu iman dan taat...

Ah, biar kalam bersulam madah, berkisah tentangmu, pasti tak pernah sudah...Cukuplah, sekajang citra seruang kata ku ukir untuk dirimu yang mungkin tak pernah tahu, kau sering di hatiku...menjadi obor suluh menyemarak semangat jihad di sanubari adindamu...Kakanda,doaku agar kau tegar dan teguh merempuh badai di tengah arungan manusia yang pelbagai citra demi melestari cintamu pada si Dia...Moga korban raga dan jiwa mu, kelak menjadi saksi saat kau dan Dia bertemusua...

SUDAH!

Dan aku...ingin menjadi manusia yang menghargai...hentikan!...hentikan!...hentikan!...hentikan segala sungutan.....angkat kaki, pandang depan, terus jalannnnnnnnnnnnnnn!

Wednesday, March 12, 2008

SIFAT SOLAT NABI

Bismillahirrahmanirrahim..
Herm..post kali ini merupakan sesuatu yang sangat aku ingin kongsi dengan setiap individu muslim yang membaca blog ini..Mungkin ada teman yang telah ku sampaikan melalui perkataan dan tindakan..dan ini, untuk yang tidak ku berkesempatan...mana yang salah sila betulkan, mana yang bertepatan sila amalkan...
Sungguh, aqidah yang sejati itu antara cabangnya adalah ibadat yang soheh dan salah satu ibadat terpenting dalam kehidupan seorang muslim ialah solat... sabda nabi "solatlah sebagaimana kamu melihat aku solat" (Hadith Riwayat Al-Bukhari). Maka aku ingin sekali menggariskan tatacara solat nabi yang sering ku lihat kurang menjadi amalan ramai di antara kita, termasuk aku pada suatu ketika dahulu. Tidaklah aku akan menghuraikan dengan cukup teliti dan mendalam, dengan cetek ilmu yang ku punya dan sumber rujukan yang terhad, akan ku beritahu sekadar yang ku mampu. Mungkin juga ramai yang sudah tahu bahkan lebih tahu dari aku. Justeru, bagi yang mahu huraian dan penjelasan yang lebih mendalam, sebaiknya mengkaji dan melakukan rujukan sendiri.
  1. Niat- dilaksanakan dalam hati (ijtimak ulamak) tanpa diucapkan dengan lisan.
  2. Berdiri bila mampu (2:238), mengarahkan pandangan ke tempat sujud dan menghadap kiblat. (Al-Bukhari, Muslim, Abu Khuzaimah)
  3. Takbir- Allahuakbar, diucapkan (Muslim, Ibn Majah) dan mengangkat kedua tangan sama ada bersamaan, sebelum atau selepas takbiratul ihram (Al-Bukhari) Tangan diangkat sebatas bahu atau telinga, jari lurus ke atas (Abu Dawud, Ibn Khuzaimah)
  4. Meletakkan tangan di atas tangan kiri (Muslim, Abu Dawud) atau mengengam pergelangan tangan kiri (AnNasaei, AdDaraQuthni)
  5. Meletakkan tangan di atas dada (Ibn Khuzaimah, Abu Dawud, Ahmad)- biasa yang sering dilakukan ialah yang meletakkan tangan senget ke kiri, di atas perut dan di bawah pusat.
  6. Membaca doa Iftithah- terdapat beberapa jenis riwayat tentang bacaan antaranya yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud dan AlHakim
  7. Membaca Ta'awwudz (A'udhzubillah.......) spt yg diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibn Majah, AdDaraQuthni, AtTirmidzi.
  8. Membaca basmallah (AlBukhari, Muslim, Abu Dawud dan tidak dikeraskan (Bukhari dan Muslim)- Antara kebiasaan basmallah di keraskan terutamanya oleh imam bahkan kadangkala siap dialun lagukan sedangkan sepatutnya didiamkan bahkan ada yang melagukan ta'awwudz.
  9. Membaca Al-Fatihah-Faatihah merupakan rukun solat (Bukhari, Muslim)
  10. Mengucapkan Amin (Bukhari, Abu Dawud)
  11. Membaca Surah dari Al-Quran (Ahmad) kecuali apabila menjadi makmum, cukup dengan hanya mendengar bacaan imam (Malik, Abu Dawud, Ahmad)- pernah juga waktu solat berjemaah aku dengar orang sebelah sokseksoksek duk ikut bacaan pak imam.-boleh juga membaca Fatihah saja tanpa surah tambahan (Ibn Khuzaimah, AlBaihaqi)
  12. Ruku'- seraya mengucap takbir dan mengangkat kedua tangan (AlBukhari, Muslim)- hendaklah meratakan punggung (Ahmad, AbuDawud) dan mengengam lutut dengan jari jemari diregangkan, kepala tidak ditegakkan dan tidak ditundukkan, thuma;ninah (diam sejenak) hingga tulang-tulang menepati posisinya (Ibn Khuzaimah)
  13. I'tidal- bangkit dari rukuk, tangan diangkat seperti bertakbiratul ihram membaca "samiAllahulimanhamidah"-kalau menjadi makmum tak perlu membaca.(Muslim, Ahmad, Abu Dawud)
  14. Thuma'ninah dalam posisi i'tidal.
  15. Sujud- takbir terlebih dahulu (AlBukhari, Muslim), meletakkan tangan sebelum kedua lutut (Ibn Khuzaimah, ADaruthqutni, AlHakim) dalam keadaan terbuka (tidak mengepal), jari jemari rapat dan meghadap kiblat serta diletakkan sejajar denagn bahu dan telinga, (Abu Dawud, AnNasaei) , siku diangkat hingga ketiak terlihat (AlBukhari, Muslim) kecuali jika menggangu orang ketika solat berjamaah. Kedua kaki ditegakkan, posisi ujung jari jemari menghadap kiblat dan tumit dirapatkan satu dengan yang lain (Ibn Khuzaimah), Hendaklah sujud dengan 7 anggota badan iaitu- dahi berserta hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua ujung jari jemari kaki.(AlBukhari, Muslim) Thuma'ninah sebagaimana dalam ruku' dan i'tidal. (ALBaihaqi, AthThabrani dan lain-lain)
  16. Bangkit dari sujud seraya mengucap takbir.(AlBukhari, Muslim)
  17. Duduk Iftirasyi- duduk dengan bertumpu di atas telapak kaki kiri dan menegakkan telapak kaki kanan . Hendaklah meletakkan tangan di atas paha denagn hujung-hujung jari tangan pada lutut atau meletakkan tanagn kanan di atas lutut kana dan tangan kiri di atas lutut kira seolah-olah mengengamnya, boleh juga duduk dengan cara iq'aa (Muslim)
  18. Bangkit dari sujud- bertakbir (AlBukhari, Muslim), duduk sejenak lalu bangkit dengan tangan dalam keadaan mengepal (macam menumbuk lantai) (AlBaihaqi)
  19. Tasyahud- duduk sebagaimana duduk iftirasy. Bagi tasyahud akhir boleh duduk dengan cara tawarruk iaitu menegakkan telapak kaki kanan dan menempatkan telapak kaki kiri di bawah betis kanan dengan menjadikan lantai sebagai tempat bertumpu (Muslim) Jari kanan mengengengam jari kelinking dan jari manis, menautkan jari tengah dengan ibu jari serta mengerak-gerakkan jari telunjuk ketika bertasyahud sehingga salam (Abu Dawud, AnNasaei, Ibn Hibban)- kebiasaan antara kita jari digerakkan sewaktu syahadatain sahaja, ada beberapa pendapat tentang bab ini tetapi seeloknya ikutlah mana yang paling jelas dari segi dalilnya. Telunjuk diarahkan ke kiblat dan pandangan diarahkan ke telunjuk (Muslim, Ibn Khuzaimah)
  20. Mengucap salam dengan berpaling ke arah kanan, kemudian kiri. Seringkali aku lihat ramai yang sering meyapu muka selepas salam, tidak pasti dari mana datangnya tetapi tidak punya sebarang dalil tentang perbuatan tersebut.
Suatu perkara yang perlu ditegaskan, tidak ada dalil yang menyatakan perbezaan tatacara solat antara lelaki dan wanita, maka sebagaimana nabi solat, sebegitulah seharusnya kita solat tidak kira lelaki atau wanita..
Mungkin juga banyak pertikaian tentang tatacara solat, maka terpulanglah..

Untuk penjelasan lebih lanjut, boleh rujuk kitab Sifat Solat Nabi karya Syaikh Muhammad Nasirruddin al-Albani, kalau sukar untuk mendapatkan kitabnya mungkin online book ini berguna
http://www.qss.org/articles/salah/toc.html

Apa yang aku tulis mungkin terlalu ringkas, antara rujukan lain terutamnya dari segi bacaan, boleh merujuk, AlQuran AlKarim, Sifatusolah karya Syaikh Abdullah bin Abdul Rahman Al-Jibrini dan AlQaulul Mubiin FI Akhthaa IlMusolahin karya Syaikh MAsyur Hasan Salman

Sebahagian besar dari tulisan ku ini diambil dari ringkasan kesemua rujukan tersebut melalui buku tatacara solat nabi edisi khusus, pustaka imam-asy-syafi'i..siapa nak pinjam boleh minta...

Monday, March 10, 2008

MAKAN!!!

Pagi! Aku sudah bicara bukan... post seterusnya tak tunggu lama... masih memerah sel-sel otak... meregang-regang akal sejengkal menjadi berkilometer....sungguh! idea itu dariNya...namun, bukanlah aku menantinya datang menerpa tanpa sepalit usaha pada kanvas minda... sebenar-benar cerita.. mindaku ini laksana belantara idea...idea-idea menjalar menjadi belukar... hinggakan memilih keluar terlalu sukar...aduh...ke sukma ku tanya yang mana satu ku mahu... ke tubuh ku tanya yang mana satu ku mampu...

Saban-saban sepanjang usia, meniti kehidupan yang bakal terhenti bila-bila masa, hidangan pilihan mengisi lapar dahaga perjalanan...enak atau tidak, manis, masin, masam, pahit, pedas, tawar disantap ditelan jua..terkadang termuntah keluar...sudah tak upaya dikemam dimamah, apakan daya...citarasa tidak sama, lantas manusia memilih menu berbeza... yang mampu bersantap mewah, jangan la pula berpongah-pongah, yang sekadar murah dan mudah, syukurlah... semua itu dari Allah...kelak disentap rezeki...tiada lagi bersaki baki..terngadah lapar bagai nak mati... apapun pun yang ditelan, menjadi darah daging dalam badan selebihnya terhumban ke lubang jamban... semuanya punya kesan, kesihatan ataupun ketidaksihatan... sedap tak bermakna sihat...yang tak sedap selalu menjadi ubat...apa guna sedap dilidah, badan menanggung padah...pesan seorang teman "jaga makan"...

Begitu resam pilihan, bukan ideologi kehidupan, tapi suatu kenyataan..setiap keputusan yang dilakukan mengundang kesan di hari kemudian...hidup ini suatu percaturan..tiada undang-undang sehebat al-Quran..dan sunnah sebagai tauladan...apa guna iman kalau tak dijadikan neraca timbangan...akal fikiran jangan pula dijadikan perhiasan...

Aduhai...bukanlah aku mengeluh kesah...sekadar melepaskan sehela resah... melihat ke kiri, ke kanan, ke depan, ke belakang, ke atas, ke bawah... hutan batu, rimba kaca, dinding legap, cahaya dari tingkap, kereta, tram, lori, bas...dan manusia...mereka..manusia yang berjalan di sini sana, bergelak ke tawa di mana-mana, yang tiada rumah menangis dan meyumpah seranah, yang pelbagai karenah..entah...semak...semak sebu dalam dada...mereka begitu laju, terus-terusan meburu..buruan yang palsu...enak dipandang tapi semua itu tipu... carilah sesuatu yang kamu harus tahu...

Irama sayu berlagu syahdu di dalam perutku...maaf sang perut, lupa pula aku pada kamu... matahari sudah meninggi, harusnya waktu makan tengahari...terlalu asyik dibelantara idea dan karya, sekalipun dinding itu masih hitam dan legam dari semalam dan kapur-kapur masih berterabur...bersarapan maya semata..mungkin aku harus makan..maka aku mampu membuat pilihan...

ASSALAMUALAIKUM...

BISMILLAHIRAHMANIRRAHIM...

I'm back! haha... it has been so long, huh... really thought no one give a damn bout this blog o mine...i do think of just leaving this blog in limbo! haha.. there's a point in ma life when i think that personal blogging is too much of self exposing.. sort of a foolish thing..opss no offend, im saying out loud my thought coz this is ma blog... yet, i spin my head around...err..literally...haha.. how eerie if i can really spin my head...haha..think..again n again..i gotta reposition maself back to those days when i started writin' this blog... n remind masef of my 'niat'.... herm... this is a self reminder sort of thing which i wish can really benefit masef n others as well... then, why stop???

So, what this post should be about??? Well.. this is sort of a homecoming testimony... im welcoming masef to my blog... hahah... At the moment, im leaning on this black wall (i pasted black sugar papers onto one side of the walls in my room for my design project), thinking of what should i draw on it, hence i cud produce a great artwork+sunlight installation to present in my design studio next thursday...yet, nothing comes to ma mind..its just blank and black..exactly like this wall..arghh.. O'Allah..veryly, U are The Reliever, therefore, relieve me from this blankness...

Then, what should i talk about? the just ended federal election... arhh..not muc we can do anyway... just, best of luck to those who win... may they fulfill their responsibilities as they will b questioned by Allah on the day of judgment.... Allah... im indeed a lil' bit tired... dealing with sunlight aint ez... see.. regardless how creative a person is... He or she will eventually need to study the original creation of The Creator before another artificial creation can be created... enigamtic??? huh.. thats what i was asked to do... anyway...im in a good state of life, Alhamdulillah... recovering from 3 months-holiday mode...beginning to adjust n tighten the nuts and screws of this soul machine which out of my consciousness become a lil bit lose due to too muc of free time...(not every one can understand this..yet Allah knows)... im loving this new apartment...(tq aicha) new housemates...really cool friends... almost done wif furnitures thou my rumate, cik kantan is still sleeping on the couch due to out of stock of ikea bed...financially a bit unstable.. neway, its a test from Allah... anrgh... so much things to write...i should probably save these things inside ma head for the next post... before i end this.. i would like to congratz my housemate, who has eventully taken a huge decision in her life to put on hijjab...ur just gorgeous with hijjab on ur head...its a big step darling n im truly proud of u... may Allah help u to b istiqamah with this hijr...
sleepyhead...sleepyhead.. back pain due to so byk of panjat memanjat thru out the day for the installation project...next post wun take long.. insyaAllah..