Sunday, August 31, 2008

merdeka+ramadhan

Aku anak deka... maksudku, aku anak merdeka..tidak mahu kubicarakan tentang dia, tidak ingin ku cerita tentang mereka..ini luahan hatiku, seorang anak deka, yang sedang, mahu, dan akan memerdekakan dirinya daripada belenggu segala bentuk penjajahan. Ramadhan dan merdeka, bukan sekadar secoret tarikh sebulan tempoh, hadirnya tidak sia-sia, keduanya punya makna, untuk diriku..seorang anak deka.

31 Ogos 2008, pada tahun ini jatuh sehari sebelum menjelangnya ramadhan. Aku tidak percaya pada kebetulan, namun ku yakin ini ketentuan tuhan, tertulis semenjak azali, sebelum aku wujud, sebelum buana ini wujud. Maka aku percaya, setiap sesuatu, itu ketentuan, dan setiap ketentuan, ada maknanya. Merdeka, aku anak muda yang tidak merasa perih perjuangan deminya. Aku anak muda yang tidak menyaksi tumpah darah nenda-nenda tercinta. Aku anak muda yang lahir dipeluk selesa didakap mewah harga merdeka. Aku anak muda yang tahunya cerita dahulu dari buku-buku dan coret-coret sejarah. Maka terkadang aku lupa dan ada perkara aku tidak tahu, bahkan tidak bisa mengerti. Namun seperkara, merdeka bukan sekadar jerit laung, pekik sorak 'merdeka'. Tidak pula hanya pada lagu dan baju mahupun lenggok tari yang tidak ku mengerti apa faedahnya dan merdeka bukan hanya pada 31 Ogos setiap tahun. bagiku, memaknakan merdeka bukan sekadar memperingati sejarah, tetapi menghayati kemerdekaan jiwa dan maruah.

Jiwa. Jiwa itu jangan dibiar lara. Bukan lara kerana sedih dan derita, tetapi lara dicemar anasir tak berguna. Jiwa jangan dibiar terjajah...jangan bilang merdeka kalau sekadar dilidah. kalau jiwa masih tunduk patuh pada tegarnya pengaruh penjajah, apa erti merdeka? Kalau segala kata mereka diakur patuh, segala pengaruh mereka dibiar merasuk, ini bukan merdeka? Jangan, jangan biar jiwa menjadi buta. Buta pada erti merdeka. Bukan tinggi kibar bendera yang diutama, tetapi tinggi maruah itu menjadi petanda. petanda, sejauh mana jiwa merdeka. Maruah itu harus dijaga, pada tingkah dan juga kata. Akhlak merdeka bukan sekadar tahu bersuka bergelak tawa, akhlak merdeka memaknakan hidup pada kaca mata berbeza. Maruah bukan pada terhormatnya bangsa tapi pada izzahnya jiwa dengan agama. Ya, itu bagiku...maruah dan jiwa. Itu bagiku, merdeka.

Ramadhan 1429. Debar hati usah dipersoal. Seperti kekasih yang lama dinanti, peluang bertemu sua sekali lagi begitu mengembirakan hati. Melonjak suka sukar dicerita, namun sebutir bimbang memberat rasa. Oh kekasih, sebulan andai usia ku punya, maka kita bakal bersama, bimbang ku bimbang..tak mampu ku perisi masa sebaiknya denganmu. Sesungguhnya, datangnya ramadhan turut membawa cerita merdeka. Cerita jiwa yang harus dimerdekakan. 11 bulan dibelenggu dan diburu nafsu, tiba masanya nafsu diburu ketaatan. Oh Ramadhan...

Taat. Kian lama kasih ku jauh, kian aku semakin lupa. terkadang tergugat setia terancam cinta. kini dengan hadirnya kekasih disisi, riang berlipat ganda, maka kukumpul segenap rasa kucerna menjadi sebuah ketaatan. Aduhai Pencipta, Yang mengerti ciptaanya. betapa jiwa mendamba kekuatan, maka pada setiap 12 bulan, sebulan ku terima motivasi percuma. Merdekalah wahai jiwa daripada cengkaman nafsu dan syaitan durjana. Namun, pastinya merdeka itu mahal harganya dan kekasihku ramadhan dengan izin tuhanku bakal menjadi teman kekuatan untuk ku teruskan perjuangan demi sebuah kemerdekaan.

Maka demi penciptaku yang memahami ciptaanya...dengan hadirnya kasihku disisi, beri aku sebuah kemerdekaan....

Monday, August 18, 2008

SENI+BINA

Tak semudah yang kau sangka
Bila bermula
Terkerahlah segala jentera
Meregang segenap otot anggota
Memereah setiap saraf minda

Tak semudah yang kau sangka
Itu tak kena, ini tak kena
Aku suka, kau tak suka
Kau suka, aku tak suka

Tak semudah yang kau sangka
Malam-malam tak lena
Mata ternganga
Tangan bekerja
Sekalipun tubuh tak bermaya

Tak semudah yang kau sangka
Bila di penghujungnya
Bukan berakhir selamanya
Namun untuk seketika
Aku bisa lena
Kau suka atau tak suka
Aku tutup cerita.

Sunday, August 17, 2008

Sunday, August 10, 2008

21st

On my 21st Birthday.. i would like to dedicate this song to both of my parents... thank you so much mak and ayah for bringing me to this world, raising me up, being patience to me..too many sacrifices that both of you have undergone for me..eventhough i write thousands of words..still.. i could not list down all the things that you've done for me...Only Allah knows the hardness that you have gone through... all i could say is.. thank you..and i love you so much...

You Raise Me Up - Josh Groban

When I am down and, oh my soul, so weary;
When troubles come and my heart burdened be;
Then, I am still and wait here in the silence
Until you come and sit awhile with me.

You raise me up, so I can stand on mountains;
You raise me up, to walk on stormy seas;
I am strong, when I am on your shoulders;
You raise me up: To more than I can be.

You raise me up, so I can stand on mountains;
You raise me up, to walk on stormy seas;
I am strong, when I am on your shoulders;
You raise me up: To more than I can be.

There is no life - no life without its hunger;
Each restless heart beats so imperfectly;
But when you come and I am filled with wonder,
Sometimes, I think I glimpse eternity.

You raise me up, so I can stand on mountains;
You raise me up, to walk on stormy seas;
I am strong, when I am on your shoulders;
You raise me up: To more than I can be.

You raise me up, so I can stand on mountains;
You raise me up, to walk on stormy seas;
I am strong, when I am on your shoulders;
You raise me up: To more than I can be.