Skip to main content

Posts

A CUP OF MILK & ROTI CANAI

Feels like writing in english... i know my english is horrendous...and obviously...No..No..No to ryhthmatic, poetic and enigmatic sentence like i used write in previuos posts which in Malay... Anyway, i always wish that i could write on the same style regardless what language im writing in...ok! A cup of milk and roti canai - that was my breakfast, this morning...well, its kinda inappropriate to say its a breakfast, a brunch maybe... Milk and Roti Canai- these two things are quite significant to me... why? Well, first of all, for those who wonder where on earth do i get this roti canai, stop guessing... u could find it in any asian groceries around melbourne, Laguna, IGA...an its instant! enjoy it in a minute...hahaha...erm..i should be give some comission for this statement..hahaa.. - It seems to me that roti canai has a new scandal with milk... where does teh tarik go? ( i have no time to pull the tea....) - For decades, roti canai and teh tarik have been together..a famous couple in...

DIALOG SWASTA LA KICAP

-SATU- Kemboja: Sarung bantal! Kekwa: Kemboja, mari kita serve. Di lewat senja, bunga-bunga menguntum bicara.... Kiambang: Apa ni, aku tak bisa mengerti, alang-alang berpusing..biar orang pening... Kantan: Ha.....ha....ha.....dia, sudah buka... Kekwa: Memang, Buka. Tutup. Buka. Tutup Kemboja: .... Kiambang: Tutup lagi cantik. Kemboja: Setuju. Kantan: Teruntun juga hatiku... Ada lagi, buka. Tutup. Buka. Tutup. Kerana kumbang.. Kiambang: Apa? Kumbang? Kantan: Ya. Kerana kumbang. Kiambang: Kerana kumbang... buka. Tutup. Buka. Tutup. Buka. Tutup. Tak diterima akal. Kemboja: Akal tak terima Kiambang: Terima akal tidak Kemboja: Tidak akal terima Kiambang: Ada benar. Harus menyebelah. Jika tidak mungkin parah, mungkin padah. Cuma, menyebelah bukan akur, setiap kita punya cara, Adaptasi. Kekwa: Benar. Terpulang pada diri. Adaptasi. Kiambang: Adaptasi. Jangan taksub yang sudi. Jangan musuhi yang pergi. Kantan: Syukur... Kiambang: Syukur... Kekwa: Syukur... Kemboja: Syukur... Santap. Hirup. Sant...

LEGAR-LEGAR

Legar-legar tanpa hala, tiba di cerok rahsia, bukan rimba bukan samudera, bunga-bunga berpesta, senyum suka gelak ketawa, melakar bicara mewarna cinta, sedetik tika takkan dilupa... Mana bunga, mana nama...????

DIALOG SWASTA LA KICAP

PROLOG Kekwa: Blog tempat luah perasaan! Kantan: Ishk, bahaya ooo cerita hidup kat org Kekwa: Rafidah Aziz turun dah dia Kiambang: Kemboja, mai la sini! Kantan: Menyanyi...malam ni ja ka depa menyanyi? Ooo Friday night Kemboja: Apa aku cakap? Di suatu cerok di Pekan Malibun, di lorong La Kicap, di sebelah Kabaret Lagu Klasik, di pangkin pondok usang... 4 kuntum bunga bersiut, berlagu, mengilai, meratap...ah, ngeri! Kantan: Haa..nanti pi sana jangan cari kumbang! Sungguh, jangan! Kekwa: Nanti dah siap...status! Kemboja: Hiak! (Badak diayun beralun-alun) Kiambang:.... Senyap.... 3568 saat yang lalu... Kantan: I feel like something is missing! Kiambang: Agree Kekwa: Agree Kemboja: Agree Kelip-kelip berkeliaran...bunga-bunga terpesona...jeda. Kiambang: Air? Baja? Tanah? Kantan: Entah, susah nak dikata. Kekwa: Rasa macam tahu. Mungkin. Ya. Tahu. Faham. Kemboja: Aku juga. Kantan: Kantuk. Kiambang: Aku juga! Kelip-kelip, jeda. Kekwa: Sepagi sepetang. Kantan: Kasihan kau seorang Kekwa: Aku tak...

HIDUP BERSAMA

Kita sudah sampai di lereng amat indah, di bawah pelangi, dalam ufuk yang masih mencabar; dan kita ikhlas berjanji untuk bermaruah, tenang dalam segala uji cabar dan debar. Kita mencari hanya yang tulen dan jati, sekata hidup, mengerti dan berbudi. Kita wajar mendaki lagi kerana puncak yang jauh. Dalam gelora dan taufan tak tercalar tekad kita kerana kemerdekaan mengasuh kita bersuara dalam sopan, yakin menyanggah musuh, tulus menambah kawan, inti tunggak dan menara kebahagian. ~ A Samad Said

1234

Bagaimanakah Melayu abad dua puluh satu, masihkah tunduk tersipu-sipu? jangan takut melanggar pantang jika pantang menghalang kemajuan jangan segan menentang larangan jika yakin kepada kebenaran; jangan malu mengucapkan keyakinan jika percaya kepada keadilan. USMAN AWANG