Kiambang
kau kembang di pinggir kali
Ungu warnamu berseri
Walaupun baumu tak seharum mawar
Namun kau masih tetap menawan

Kiambang
Bayangmu di air tenang
Mencerminkan wajah keriangan
Walaupun hidupmu dalam kesepian
Hanya berteman cahaya rembulan

Nasibmu kiambang di pinggir kali
Sedang kau mekar menghiasi desa
Kemarau panjang pun tiba
Keringlah dikau dalam dahaga


Teratai, Ramli Sarip

Oh teratai bunga indah
Engkaulah pujaan hatiku
Telah lama aku rindukan
Wahai teratai bunga indah

Sungguh cantik wajahmu
Sinar matamu bagaikan suria pagi
Setiap insan selalu terpikat
Memandang teratai bunga indah

( korus )
Ku tak menyangka
Wahai terataiku sayang
Badai taufan mendatang
Menghembus dirimu
Engkau pun terkulai
Dan merunduklah layu
Tak berseri lagi

Oh tolong, lindungilah dia
Agar ku dapat bersamanya lagi
Ku inginkan terataiku sayang
Berseri seperti semula
Teratai bunga indah



Seroja, Jamal Abdillah

Mari menyusun seroja
Bunga seroja ah... ah...
Hiasan sanggul remaja
Puteri remaja ah... ah...

Rupa yang elok
Di manja jangan dimanja ah... ah...
Puja lah ia sekadar
Oh sekadar saja

( korus )
Mengapa kau bermenung
Oh adik berhati binggung
Mengapa kau bermenung
Oh adik berhati binggung
Lupakan saja asmara
Pada asmara...
Lupakan saja asmara
Pada asmara...

Mari menyusun seroja
Bunga seroja ah... ah...
Hiasan sanggul remaja
Puteri remaja ah... ah...

Rupa yang elok
Di manja jangan dimanja ah... ah...
Puja lah ia sekadar
Oh sekadar saja


Bunga Melur Oleh P. Ramlee

Di hujung sana tempatmu, bunga melur
Bukan di taman yang indah, bunga melur
Hanya di sudut halaman
Tiada dihiasi jambangan indah permai

Tapi warnamu yang putih, bunga melur
Tandanya suci dan murni, bunga melur
Walaupun ditiup debu
Warnamu dan baumu tetap memikat kalbu

Ibarat gadis desa, bunga melur
Sederhana...
Walau kering tak bercahaya, bunga melur
Baumu memikat jiwa

Semoga sabar dahulu, bunga melur
Pada di satu ketika, bunga melur
Masanya kan menjelma
Disanjung dan dipuja
Oleh gadis remaja